Serba Serbi Ibadah Qurban & Keutamaannya bagi Umat

ibadah qurban

Ibadah qurban adalah amalan yang identik dengan perayaan Idul Adha yang dilakukan setiap tanggal 10 Bulan Dzulhijjah. Ibadah ini dilaksanakan oleh umat muslim seluruh dunia, khususnya bagi mereka yang tidak berhaji.

Qurban ini ditandai dengan prosesi penyembelihan hewan qurban yang kemudian dibagikan kepada semua umat muslim pada suatu wilayah.

Tapi, apa sebenarnya amalan ini? Bagaimanakah hukumnya? Apakah ada syarat dan keutamaan tertentu? Pada artikel berikut, penulis akan membahas serba serbi mengenai ibadah qurban.

Pengertian Ibadah Qurban

Qurban secara bahasa berarti dekat. Dalam Islam, kata qurban disebut juga Al-Udhhiyyah atau Adh-Dhahiyyah yang artinya binatang sembelihan yang disembelih pada waktu dhuha.

Binatang sembelihan tersebut mengacu kepada sapi/lembu, kerbau, unta, kambing dan domba yang disembelih pada tanggal 10 Dzulhijjah atau hari tasyriq (11, 12, dan 13).

Sementara secara istilah syara’, qurban atau udhhiyyah diartikan sebagai hewan yang disembelih sebagai sarana untuk bertaqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Banyak muslim yang beranggapan bahwa qurban memiliki kaitan erat dengan aqiqah. Padahal sebenarnya tidak. Meskipun sama-sama berupa perintah menyembleih hewan dan keduanya bersifat sunnah.

Kedua amalan ini sangat berbeda, baik dari istilah maupun implementasinya. Apa perbedaannya?

  • Pertama, ibadah qurban dilakukan setahun sekali, yakni pada tanggal 10 atau tanggal 11/12/13 Dzulhijjah (hari tasyriq). Sementara aqiqah hanya dilakukan sekali seumur hidup, diutamakan 7 hari setelah kelahiran anak.
  • Kedua, ibadah qurban bisa dengan menggunakan hewan sembelihan halal selain kambing atau domba, dengan beberapa ketentuan. Sementara aqiqah hanya menyembelih kambing atau domba, 1 untuk anak perempuan, 2 untuk anak laki-laki.

Asal Mula Ibadah Qurban

Latar belakang terjadinya ibadah qurban berawal dari wahyu yang Allah turunakn lewat mimpi kepada Nabi Ibrahim AS. Pada mimpi tersebut, Allah memerintahkan nabi untuk menyembelih anak kandungnya yang bernama Nabi Ismail AS.

Singkat cerita, tepat pada 10 Dzulhijjah atau yang biasa dikenal Hari Raya Haji, Nabi Ibrahim beserta putranya menuju ke tanah lapang untuk melaksanakan perintah tersebut.

Setelah beberapa kali hendak menyembelih, pedang sang nabi selalu terpental. Hingga pada akhirnya Nabi Ismali meminta untuk melepas semua pengikat pada badannya.

Kejadian selanjutnya adalah sejarah yang selalu dikenang dan menjadi asal mula ibadah qurban. Yakni ketika Nabi Ismail AS lalu ditukar oleh Allah SWT dengan seekor domba.

Sejak saat itu, setiap tanggal 10 Dzulhijjah seluruh umat Islam memperingatinya sebagai Hari Raya Qurban atau Hari Raya Idul Adha.

Apa Hukum Ibadah Qurban?

Menurut Zaenal Abidin dalam bukunya Fiqh Ibadah, dalil qurban secara utama disampaikan melalui Surah Al-Kautsar (1-3), sebagai berikut:

Dalam ayat ini diterangkan mengenai keutamaan beribadah qurban sebagai salah satu perintah yang Allah SWT langsung firmankan dalam Al-Qur’an.

Meski begitu, hukum qurban adalah sunnah muakkadh atau sunnah yang sangat dianjurkan. Yakni diutamakan bagi mereka yang mampu.

Bahkan, apabila seseorang mampu secara materi untuk berqurban namun tidak melaksanakannya, maka hukumnya makruh.

Hal ini berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi yang artinya: Saya diperintah untuk berqurban, dan ibadah qurban itu hukumnya sunnah bagi kamu.

Di samping itu ada riwayat lain yang menyebutkan bagaimana hukum qurban ini. Pertama, adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu:

Rasulullah SAW menyembelih 2 ekor kambing kibash bertanduk, lalu beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sembari bertakbir dan menyebut nama Alhha SWT. Lalu beliau meletakkan kaki di atas pangkal leher kambing tersebut.

Kedua, hukum qurban berdasar pada HR Imam Ahmad & Al Hakim, yang bunyinya sebagai berikut:

Ada tiga perkara bagiku (Nabi Muhammad SAW) yang hukumnya fardhu (wajib) tetapi bagi kamu hukumnya sunnah (tatawu’), yaitu shalat witir, menyembelih qurban dan shalat dhuha.

Meskipun hukum melaksanakan ibadah qurban adalah sunnah, amalan ini bersifat utama yakni sangat dianjurkan dan hampir mendekati wajib. Jadi alangkah baiknya jika kita mampu melakukannya, mari berqurban.

Hikmah Ibadah Qurban

Tujuan utama ibadah qurban adalah tidak lain dan tidak bukan sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melaksanakan amalan qurban menjadi bentuk pengabdian seorang hamba kepada Rabbnya. Mengingat qurban adalah amalan yang disyariatkan Allah dalam firman-Nya.

Berqurban juga merupakan bentuk sikap peneladanan terhadap Nabi Ibrahim AS karena syariat ini datang pertama kali melalui beliau.

Selain itu, kemauan untuk berqurban menjadi salah satu tolak ukur ketaqwaan seorang hamba. Dimana ketaatan seorang hamba diuji untuk mengendalikan hawa nafsunya serta egoisme terhadap harta yang dimiliki.

Tak sampai di situ, qurban sebetulnya bukan saja memiliki fungsi bagi diri pribadi seorang hamba, tetapi juga untuk masyarakat luas. Berikut ini fungsi ibadah qurban yang seyogianya bisa menjadi dorongan bagi teman-teman semua untuk berqurban.

  • Berkurban menjadi sarana untuk bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan segala nikmat yang dianugerahkan kepada seorang hamba.
  • Berkurban di jalan Allah adalah sebagai bentuk jihad. Jihad dalam rangka menegakkan syariat maupun jihad melawan hawa nafsu terhadap harta yang dimiliki.
  • Melaksanakan kurban adalah bentuk solidaritas sosial karena bertujuan untuk membantu sesama. Hal ini sangat jelas karena daging kurban didistribusikan kepada seluruh umat, terutama bagi yang kurang mampu.
  • Menyembelih hewan kurban sebagai simbol untuk melenyapkan perangai dan sifat kebinatangan yang munkar, seperti licik, tamak, bengis, egois, dll.
  • Amalan ini juga menjadi salah satu sarana pengmhambaan yang hanya kepada Allah. Serta menghilangkan berbagai bentuk penghambaan terhadap sesama makhluk.

Dari ibadah qurban, kita bisa mengambil banyak hikmah untuk dipelajari, mulai dari peningkatan ketaqwaan, rasa syukur hingga solidaritas sesama.

Berkurban bukan semata untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk umat muslim lainnya. Dengan melakukan qurban, kita juga bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rangkaian Amalan Sunnah Ibadah Qurban

Puncak ibadah kurban adalah dengan menyembelih hewan qurban yang dilaksanakan setelah shalat Ied pada Hari Raya Idul Adha. Namun peneymebelihan kurabn ini juga bisa dilakukan pada hari tasyrik yakni pada tanggal 11-13 Dzulhijjah.

Akan tetapi, di bulan Dzulhijjah ada beberapa amalan sunnah lain yang tak kalah besar pahalanya.

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam hadist riwayat Tirmidzi sebagai berikut:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر

“Rasulullash SAW berkata: tidak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti 10 hari ini.”

Pada bulan mulia ini, ada beberapa amalan yang ganjarannya akan dicatat berkali-kali lipat. Misalnya berpuasa, beribadah kurban, bersedekah, dan menunaikan ibadah haji.

Di samping itu, berikut amalan sunnah yang bisa kalian lakukan untuk memaksimalkan ibadah di bulan Dzulhijjah.

  • Memperbanyak amal shalih seperti sedekah, puasa sunnah, dan ibadah lainnya mulai dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
  • Memperbanyak bacaan tahlil, takbir dan tahmid.
  • Memperbanyak takbir mutlak seperti takbiran hari raya.
  • Larangan memotong rambut dan kuku dari 1 Dzulhijjah sampai hewan qurban disembelih (khusus bagi yang ikut berqurban).
  • Puasa sunnah Arafah pada 9 Dzulhijjah dan memperbanyak doa pada hari Arafah.
  • Melaksanakan shalat Ied tanggal 10 Dzulhijjah dan disunahkan tidak makan sebelum shalat.
  • Bagi gadis yang dipingit atau wanita haid sebaiknya turut menyaksikan kebaikan Hari Raya Idul Adha.
  • Menyembelih hewan qurban dan dilarang berpuasa pada tanggal 10 atau 11/12/13 Dzulhijjah.
  • Memperbanyak doa sapu jagad pada hari tasyrik.

Dengan memperbanyak amalan baik di bulan mulai Dzulhijjah, semoga semakin memaksimalkan rangkaian ibadah qurban. Dengan begitu, kita menjadi salah satu kaum yang mendapat ridho Allah.

Itulah tadi beberapa poin mengenai ibadah qurban. Semoga pembahasan yang sedikit di atas memberikan sedikit pencerahan bagi pembaca dan semoga bermanfaat.

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on pinterest
Pinterest

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait